
Gue nggak tahu sejak kapan istilah anak Jaksel jadi begitu iconic, tapi makin ke sini, makin berasa kalau fenomena ini bukan sekadar lokasi tinggal—tapi udah jadi lifestyle.
Menurut gue, semua orang yang sering nongkrong di Kemang, SCBD, Blok M, atau minimal punya caption bahasa Inggris random di IG… berada dalam resiko besar jadi bagian dari spesies ini.
Dan kalau elo merasa denial:
“Ah gue mah bukan anak Jaksel.”
Tapi tiap weekend cari kafe aesthetic buat healing…
Elo pikir ulang deh.
Jadi, gue rangkum nih 10 tipe anak Jaksel yang paling sering berkeliaran di alam bebas.
Coba baca satu-satu, siapa tahu elo menemukan jati diri elo di sini.
1. Si Coffee Shop Nomad
Ini tipe yang hidupnya literally berpindah dari satu kafe ke kafe lain.
Laptop selalu ready, colokan adalah sumber kehidupan, dan pesenan wajib:
iced latte oat milk.
Ciri khas:
- Buka laptop 4 jam, kerja 20 menit
- Sisanya scroll Spotify, Pinterest, dan nyari caption aesthetic
- Style: oversized shirt + totebag
Kalimat favorit:
“Gue tuh lebih produktif kalo di luar rumah.”
2. Si Bahasa Inggris Seasonal
Tipe yang ngomong Indo campur Inggris tanpa mikir.
Kadang elo bingung: ini orang bilingual atau overthinking grammar?
Contoh dialog real:
“Honestly tadi jalanan chaotic banget. I swear, gue hampir telat.”
Ciri khas:
- Story penuh quote bahasa Inggris
- Caption IG: “random Saturday in South Jakarta ✨”
- Nonton series Inggris biar accent-nya “kebentuk”
Kalimat favorit:
“Lowkey… gue suka banget vibe tempat ini.”
3. Si Wellness Enthusiast
Ini tipe yang bangun subuh demi jogging di GBK, brunch salad bowl, lalu malamnya yoga.
Self-care adalah agama kedua.
Ciri khas:
- Bawa tumbler aesthetic
- Punya sunscreen lebih banyak daripada piring rumah
- Playlist: chill + R&B
Kalimat favorit:
“Gue lagi fokus ke diri gue dulu.”
4. Si Fashion Minimalist
Gayanya simple tapi mahal vibe-nya.
Kaos basic, celana linen, sneakers putih.
Keliatan effortless, padahal dipikirin sejam.
Ciri khas:
- Sering foto OOTD di depan kaca kafe
- Suka bilang: “Ini baju murah kok,” padahal Rp 350 ribu
- Warna favorit: beige, cream, white
Kalimat favorit:
“Simple aja, yang penting clean.”
5. Si Event Hunter
Acara apa pun, dia ada:
pameran seni, launching brand, mini festival musik, pop-up market, bazaar vintage… semua didatengin.
Ciri khas:
- Punya koleksi wristband acara
- Mikir outfit 3 hari sebelumnya
- Instastory 40 slide penuh video 2 detik
Kalimat favorit:
“Eh ada event baru nih, gas?”
6. Si Work-Life Balance Warrior
Tipe yang paling hobi bilang “gue butuh healing”.
Kerja dikit—healing.
Deadline—healing.
Diputusin—double healing.
Ciri khas:
- Staycation dadakan
- Cari kafe baru tiap minggu
- Sering nonton sunset sendiri sambil mikir hidup
Kalimat favorit:
“Gue capek… gue butuh break.”
7. Si Content Creator Wannabe
Nggak harus punya 100K followers, yang penting vibes-nya creator.
Tripod kecil selalu di tas, kamera digital jadul dibawa ke mana-mana.
Ciri khas:
- Feed IG rapi warna pastel
- Sering bikin video GRWM
- Punya notes khusus ide konten
Kalimat favorit:
“Bentar ya, gue take clip dulu.”
8. Si Anak Seni & Indie
Ini tipe yang hidupnya kayak visual film indie.
Suka nongkrong di Blok M Square bagian musik, dengerin band lokal, dan nonton film festival.
Ciri khas:
- Rambut acak tapi aesthetic
- Foto-fotonya analog style
- Playlist: Feast, Hindia, Reality Club
Kalimat favorit:
“Menurut gue, hidup tuh harus punya seni.”
9. Si SCBD Corporate Kid
Si paling kerja kantoran tapi vibes-nya tetep anak Jaksel.
Kerjanya finance atau agency.
Pulang kantor ke bar craft cocktail.
Ciri khas:
- Kemeja rapi, totebag tetap
- Meeting sambil ngopi 70% gula
- Weekend: brunch terus “catch up sama temen”
Kalimat favorit:
“Gue next week WFA deh, otak gue full.”
10. Si Soft-Launch Expert
Tipe yang jago banget main kode di Instagram.
Pacar belum mau dipublish?
Gampang, tinggal soft-launch:
- foto tangan
- foto punggung
- foto makanan berdua
- atau caption “guess who?”
Ciri khas:
- Photo dump tiap bulan
- Suka highlight “life lately”
- IG aesthetic, tapi penuh misteri
Kalimat favorit:
“Belum mau publish dulu sih, nanti-nanti aja.”
Terus… Elo Masuk Tipe yang Mana?
Jujur, menurut gue pribadi, semua orang pasti punya sedikit unsur “anak Jaksel” walaupun tinggalnya Depok, Tangerang, Bekasi, atau bahkan Bali.
Karena pada akhirnya:
Anak Jaksel tuh bukan soal lokasi.
Tapi soal vibe, gaya hidup, dan cara elo menikmati hidup.
Dan nggak ada yang salah dengan itu.
Selama nggak lebay, hidup aesthetic & mindful malah bikin hari-hari lebih asik.
Kalau elo ngerasa masuk lebih dari satu tipe…
Ya berarti elo udah upgrade level jadi Anak Jaksel Ultimate Edition.
Leave a Reply