
Jakarta — Perkembangan teknologi digital dan media sosial yang semakin cepat telah mengubah cara narasi publik terbentuk. Tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh organisasi, percakapan kini berkembang secara dinamis melalui berbagai kanal, mulai dari media online hingga platform sosial.
Dalam kondisi tersebut, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam memahami arah percakapan publik serta merespons isu secara tepat waktu. Situasi ini menjadi semakin krusial ketika narasi yang berkembang berpotensi memicu krisis komunikasi.
Melihat fenomena tersebut, Rectoverso Media memperkenalkan Narriv, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memonitor dan menganalisis narasi yang berkembang di ruang publik.
Narriv dikembangkan sebagai narrative intelligence platform, yang tidak hanya berfungsi mengumpulkan data percakapan, tetapi juga mengolahnya menjadi insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan komunikasi.
Melalui platform ini, organisasi dapat memantau percakapan di berbagai kanal, mengidentifikasi potensi isu sejak tahap awal, serta memahami sentimen dan arah pembicaraan yang berkembang.
Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk memberikan rekomendasi tindakan yang dapat digunakan dalam merancang respon komunikasi, baik dalam konteks public relations maupun strategi konten.
Pendekatan ini dinilai relevan di tengah meningkatnya kebutuhan organisasi untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengelola reputasi dan persepsi publik.
Menurut CEO Rectoverso Media, Fajar Pahlawan, tantangan utama organisasi saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan data, melainkan kemampuan untuk memahami konteks di balik data tersebut.
“Banyak organisasi hari ini memiliki akses terhadap data, namun belum tentu memahami narasi yang sedang terbentuk di sekitarnya. Dalam banyak kasus, respon yang diberikan menjadi kurang terarah karena tidak didasarkan pada pemahaman yang utuh terhadap percakapan publik. Melalui Narriv, kami mencoba menghadirkan pendekatan yang dapat membantu organisasi membaca situasi lebih awal dan menentukan langkah komunikasi yang lebih tepat,” ujarnya.
Narriv dirancang untuk dapat digunakan oleh berbagai sektor, mulai dari perusahaan swasta, institusi pemerintah, hingga organisasi yang memiliki tingkat eksposur tinggi terhadap opini publik.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas komunikasi digital, kebutuhan terhadap sistem yang mampu mengintegrasikan monitoring, analisis, dan rekomendasi strategi dinilai akan semakin penting, terutama dalam konteks mitigasi risiko dan pengelolaan krisis.
Saat ini, Narriv masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Rectoverso Media membuka peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi yang ingin mengeksplorasi penggunaan platform ini dalam skala terbatas.
Sebagai informasi, Rectoverso Media merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan strategi digital, data-driven marketing, serta solusi berbasis teknologi untuk membantu organisasi bertumbuh dan beradaptasi di era digital
Leave a Reply